Senin, 30 Maret 2009


Beberapa hari lagi kita mulai me launching artikel - artikel mengenai Ajax...

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori ajax dengan judul Tutorial Ajax

Rabu, 31 Desember 2008

Ada Apa dengan "TEKNOLOGI INFORMASI 2030"

Sebetulnya indonesia sekarang ini lagi pengen berkembang. n maju.....kenapa tidak!!!! Indonesia sendiri negara yang ketiggalan banget....dimana negara lain sudah berkembang pesat akan tetapi negara kita masih aja berdiam diri....??? Pada tahun sekarang aja indonesia masih belum bisa mengalahkan india mengenai IT.... Indonesisa harus maju....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kemampuan bangsa Indonesia dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TI) dalam pembangunan ekonomi dan membantu pencapaian kesejahteraan rakyat atau yang diistilahkan dengan e-readiness ternyata masih cukup rendah. Setidaknya, itu tercermin dari hasil peringkat E-Readiness yang dikeluarkan The Economist Intelligence Unit untuk tahun 2007. Indonesia hanya berada di peringkat 67 dengan nilai 3.39.

Jika melihat metode evaluasi, ada enam kategori penilaian e-readiness yaitu konektivitas dan infrastruktur teknologi, lingkungan bisnis, sosial dan budaya, legal, visi dan kebijakan pemerintah, serta adopsi masyarakat dan dunia bisnis. Masing-masing kategori, kemudian dijabarkan dalam sekitar 100 kriteria. Di antara kriteria tersebut adalah penetrasi telepon bergerak, internet maupun broadband, keterjangkauan tarif broadband, keamanan internet, angka melek internet, payung hukum untuk mengatur internet, strategi pembangunan digital maupun ketersediaan layanan online, baik sektor pemerintahan maupun bisnis.

Ketertinggalan Indonesia sesungguhnya dapat dikejar dengan kesungguhan dan kerja keras dari semua pemangku kepentingan (stakeholders) TI Indonesia—dari pemerintah, regulator, kalangan industri, legislatif hingga masyarakat biasa. Beberapa percepatan yang diharapkan dapat segera dirampungkan di antaranya adalah disahkannya UU Informasi dan Transaksi Elektronik, hadirnya ID SIRTII (Indonesia Security Incident Responses Team on the Internet Infrastucture) guna membantu pengawasan keamanan jaringan telekomunikasi berbasis IP, serta hadirnya pemain baru dalam industri telekomunikasi untuk telepon tetap, baik lokal, SLJJ maupun SLI, sehingga rejim duopoli dapat diakhiri dan berganti ke iklim kompetisi.

Urusan akses dan infrastruktur ini akan lebih lengkap jika program Kewajiban Pelayanan Universal (Universal Service Obligation-USO) mulai dapat dijalankan dan rencana pembangunan Palapa Ring, dimana fase pertama akan mengarah ke Indonesia Timur, segera dimatangkan seta diimplementasikan. Tak ketinggalan, mengingat tarif jasa telekomunikasi—khususnya seluler dan internet pita lebar yag dinilai masih mahal, perlu upaya bersama agar tarif menjadi terjangkau sehingga dapat dinikmati rakyat di seluruh penjuru nusantara.


Dalam hal belum berkembangnya broadband, ini soal waktu saja. Namun dengan teknologi yang ada—3G, maupun jika nanti setelah tender Broadband Wireless Access digelar, apa yang dilakukan sudah on the track. Bahkan karena pengguna internet yang kalah jauh dengan pengguna telepon seluler (ponsel), strategi e-learning, e-business maupun e-government, mengikuti jejak Taiwan, dapat diubah menjadi m-learning, m-business maupun m-government dimana layanan pendidikan, bisnis maupun pemerintah dapat dilakukan dengan melalui ponsel.


SOSOK tahun 2030
Sosok tahun 2030, apalagi tahun 2050, 2060 belum tersingkap jelas, tetapi sejumlah negara tampak bergegas melakukan antisipasi. Ada apa dengan tahun 2030 atau tahun 2050 bahkan 2060....???????

Dengan mengandalkan ketajaman imajinasi dan visi, perkembangan dan tingkat kemajuan tahun 2030 atau tahun 2050 mulai diproyeksikan secara meyakinkan. Gambaran tentang perkembangan dan kemajuan tahun 2030 atau tahun 2050 sebenarnya belum jelas.

Semangat inovasi, reformasi, dan kreatif yang berpijak pada pembangunan sumber daya manusia yang andal sangat dibutuhkan di tengah arus perubahan yang berlangsung begitu cepat, bahkan jauh lebih cepat dari perkiraan siapa pun. Siapa yang tidak mau berubah akan punah.

Teknologi informasi 2030....
Pengennya pada tahun 2030 semuanya memakai suatu sistem yang serba robot.....yeeeee...pengennya...kenapa tidak???? jadi kemana-mana serba robot,akses wirelles n
cyberspace atau dunia virtual...

Komputer ada di mana-mana, semakin portable dan mobile. Di sisi lain, seluruh peralatan yang menunjang kehidupan manusia akan mengandung komputer yang embedded. Ketersediaan jaringan internet sangat tinggi karena itu akses terhadap informasi dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. Internet akan mengandung informasi yang berlimpah. Manusia dapat bekerja, menikmati hiburan, bersosialisasi dan berkelana secara virtual ke seluruh dunia tanpa harus beranjak dari tempat duduknya. Robot-robot cerdas akan melayani seluruh kebutuhan manusia. Manusia dapat melakukan berbagai hal dengan upaya fisik yang sangat minimum. Dua hal kunci adalah: cyberspace atau dunia virtual, anytime anywhere access dan minimalisasi aktifitas fisik.

Selain itu dimana dunia komputer tidak lagi menggunakan keyboard n fren...tetapi menggunakan serba virtual atau hologram.... dan memikliki kecepatan tak terbatas... biar makin seru kalau buat game n tentunya suatu game yang hanya melihat tanpa bisa merasakan apa yang ada digame itu....dengan menggunakan virtual game makan kita bisa ikut merasakan game itu.... tetep makin seru!!!

2030 pengennya dimana manusia sudah bisa tidak direpotkan dengan yang namanya sistem manual....lebih enakkan otomatis......
Apalagi dengan sistem dimana manusia dapat terbang dengan menggunakan alat penggubah gravitasi sehingga nantenya manusia tidak lagi memikirkan bahanbakar BBM yang makin langka....dan tentunya energi yang digunakan menggunakan tenaga surya yang ada terusss....





Powered By Blogger