Rabu, 31 Desember 2008

Ada Apa dengan "TEKNOLOGI INFORMASI 2030"

Sebetulnya indonesia sekarang ini lagi pengen berkembang. n maju.....kenapa tidak!!!! Indonesia sendiri negara yang ketiggalan banget....dimana negara lain sudah berkembang pesat akan tetapi negara kita masih aja berdiam diri....??? Pada tahun sekarang aja indonesia masih belum bisa mengalahkan india mengenai IT.... Indonesisa harus maju....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kemampuan bangsa Indonesia dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TI) dalam pembangunan ekonomi dan membantu pencapaian kesejahteraan rakyat atau yang diistilahkan dengan e-readiness ternyata masih cukup rendah. Setidaknya, itu tercermin dari hasil peringkat E-Readiness yang dikeluarkan The Economist Intelligence Unit untuk tahun 2007. Indonesia hanya berada di peringkat 67 dengan nilai 3.39.

Jika melihat metode evaluasi, ada enam kategori penilaian e-readiness yaitu konektivitas dan infrastruktur teknologi, lingkungan bisnis, sosial dan budaya, legal, visi dan kebijakan pemerintah, serta adopsi masyarakat dan dunia bisnis. Masing-masing kategori, kemudian dijabarkan dalam sekitar 100 kriteria. Di antara kriteria tersebut adalah penetrasi telepon bergerak, internet maupun broadband, keterjangkauan tarif broadband, keamanan internet, angka melek internet, payung hukum untuk mengatur internet, strategi pembangunan digital maupun ketersediaan layanan online, baik sektor pemerintahan maupun bisnis.

Ketertinggalan Indonesia sesungguhnya dapat dikejar dengan kesungguhan dan kerja keras dari semua pemangku kepentingan (stakeholders) TI Indonesia—dari pemerintah, regulator, kalangan industri, legislatif hingga masyarakat biasa. Beberapa percepatan yang diharapkan dapat segera dirampungkan di antaranya adalah disahkannya UU Informasi dan Transaksi Elektronik, hadirnya ID SIRTII (Indonesia Security Incident Responses Team on the Internet Infrastucture) guna membantu pengawasan keamanan jaringan telekomunikasi berbasis IP, serta hadirnya pemain baru dalam industri telekomunikasi untuk telepon tetap, baik lokal, SLJJ maupun SLI, sehingga rejim duopoli dapat diakhiri dan berganti ke iklim kompetisi.

Urusan akses dan infrastruktur ini akan lebih lengkap jika program Kewajiban Pelayanan Universal (Universal Service Obligation-USO) mulai dapat dijalankan dan rencana pembangunan Palapa Ring, dimana fase pertama akan mengarah ke Indonesia Timur, segera dimatangkan seta diimplementasikan. Tak ketinggalan, mengingat tarif jasa telekomunikasi—khususnya seluler dan internet pita lebar yag dinilai masih mahal, perlu upaya bersama agar tarif menjadi terjangkau sehingga dapat dinikmati rakyat di seluruh penjuru nusantara.


Dalam hal belum berkembangnya broadband, ini soal waktu saja. Namun dengan teknologi yang ada—3G, maupun jika nanti setelah tender Broadband Wireless Access digelar, apa yang dilakukan sudah on the track. Bahkan karena pengguna internet yang kalah jauh dengan pengguna telepon seluler (ponsel), strategi e-learning, e-business maupun e-government, mengikuti jejak Taiwan, dapat diubah menjadi m-learning, m-business maupun m-government dimana layanan pendidikan, bisnis maupun pemerintah dapat dilakukan dengan melalui ponsel.


SOSOK tahun 2030
Sosok tahun 2030, apalagi tahun 2050, 2060 belum tersingkap jelas, tetapi sejumlah negara tampak bergegas melakukan antisipasi. Ada apa dengan tahun 2030 atau tahun 2050 bahkan 2060....???????

Dengan mengandalkan ketajaman imajinasi dan visi, perkembangan dan tingkat kemajuan tahun 2030 atau tahun 2050 mulai diproyeksikan secara meyakinkan. Gambaran tentang perkembangan dan kemajuan tahun 2030 atau tahun 2050 sebenarnya belum jelas.

Semangat inovasi, reformasi, dan kreatif yang berpijak pada pembangunan sumber daya manusia yang andal sangat dibutuhkan di tengah arus perubahan yang berlangsung begitu cepat, bahkan jauh lebih cepat dari perkiraan siapa pun. Siapa yang tidak mau berubah akan punah.

Teknologi informasi 2030....
Pengennya pada tahun 2030 semuanya memakai suatu sistem yang serba robot.....yeeeee...pengennya...kenapa tidak???? jadi kemana-mana serba robot,akses wirelles n
cyberspace atau dunia virtual...

Komputer ada di mana-mana, semakin portable dan mobile. Di sisi lain, seluruh peralatan yang menunjang kehidupan manusia akan mengandung komputer yang embedded. Ketersediaan jaringan internet sangat tinggi karena itu akses terhadap informasi dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. Internet akan mengandung informasi yang berlimpah. Manusia dapat bekerja, menikmati hiburan, bersosialisasi dan berkelana secara virtual ke seluruh dunia tanpa harus beranjak dari tempat duduknya. Robot-robot cerdas akan melayani seluruh kebutuhan manusia. Manusia dapat melakukan berbagai hal dengan upaya fisik yang sangat minimum. Dua hal kunci adalah: cyberspace atau dunia virtual, anytime anywhere access dan minimalisasi aktifitas fisik.

Selain itu dimana dunia komputer tidak lagi menggunakan keyboard n fren...tetapi menggunakan serba virtual atau hologram.... dan memikliki kecepatan tak terbatas... biar makin seru kalau buat game n tentunya suatu game yang hanya melihat tanpa bisa merasakan apa yang ada digame itu....dengan menggunakan virtual game makan kita bisa ikut merasakan game itu.... tetep makin seru!!!

2030 pengennya dimana manusia sudah bisa tidak direpotkan dengan yang namanya sistem manual....lebih enakkan otomatis......
Apalagi dengan sistem dimana manusia dapat terbang dengan menggunakan alat penggubah gravitasi sehingga nantenya manusia tidak lagi memikirkan bahanbakar BBM yang makin langka....dan tentunya energi yang digunakan menggunakan tenaga surya yang ada terusss....





31 komentar:

  1. Ok, kita tgu pkmbangannya di 2030..

    BalasHapus
  2. benar. mari lihat apakah teknologi membawa kehancuran atau kebaikan...

    BalasHapus
  3. heheheh

    kalo semua serba robot

    nanti manusianya pada manja n malas semua....

    hadowwhhh


    semoga itu tidak terjadi

    diharapkan robot berfungsi hanya untuk membantu dan tidak membuat manusia jadi malas

    BalasHapus
  4. emmmh..

    basically gw sie stuju aj dgn sgala keotomatisan yg ddpt nantinya..
    ttpi apkah smua itu akn brdmpak baik..????

    y ad baiknya kita tdk trlalu dimanjakan oleh fasilitas

    BalasHapus
  5. oeeeeeeeee manusia jadi korban teknologi


    kunjungi juga blogku. wajib``isi koment!!!

    BalasHapus
  6. hmmmmm.......
    pren, kalo semuanya serba robot trus fungsi manusia hidup untuk apa donk...

    Moga yang tercipta robot berguna untuk manusia dengan tidak menghilangkan fungsi manusia diciptakan.
    Ok....

    BalasHapus
  7. jangan ampe manusia memanfaatkan robot secara berlebihan ya...

    BalasHapus
  8. wah klo smua d bkin otomatis. hdup mnusia jd pd mals2san smua.

    BalasHapus
  9. yo jangan sampe jadi males ya

    BalasHapus
  10. amiin
    moga2 tercapai nak imajinasimu

    BalasHapus
  11. serba otomatis jadi serba malas...bnr g cie?!

    BalasHapus
  12. bisa ga klo robotnya hanya bisa bekerja yang berat2 aja.so manusia g jadi males ngapa2in.hehehe....

    masak mo minum aja suruh ngambilin??? truz buat apa tangan n kaki yang dianugrahkan Allah SWT???? masak buat pajangan aja??? hehehe....

    BalasHapus
  13. Anak TI tu emg berimajinasi tinggi..

    bgus tmand,,tingkatkan yawh..hee..
    mari qTa iqt memajukan dunia Teknologi Informasi di Indonesia,
    dengan rajin kuliah, membaca buku dan bertanya kpd yg lbh tau..hee
    jgn Lpa repLy k q..

    BalasHapus
  14. yg penting manusia lebih tinggi dari teknologi,jangan sampai kita terlena dan tergantung dengan teknologi..
    thanks,bales..

    BalasHapus
  15. yang penting mah pokoknya kita bisa hidup enak tapi g pake malez2an..
    tar jadin sakit2an klo males jalan dan sebagainya..
    klo jaraknya deket masak juga pake terbang segaleee..

    orang kayaaaaaa....

    BalasHapus
  16. kalo kemana mana serba robot tar kasian manusia to ya..
    apik wis san

    BalasHapus
  17. hehehe........
    bgus bgt ide km nak.........
    tingkatkanlah imajinasi km

    BalasHapus
  18. bgs....dpt dari mana???
    ha2009x

    BalasHapus
  19. siiipp,, siipp,,

    ada kemajuan,,

    BalasHapus
  20. Wets ok jg imanjinasinyateman...
    Semangat trus ya...
    :-D:-D:-D:-D:-D:-D:-D:-D:-D:-D

    BalasHapus
  21. yah..dimana-mana robot berkuasa..


    semangad wae

    BalasHapus
  22. Semangat tmenan kwe San!
    Iki trmasuk visi & misimu y?
    Skmben tak pilih nk pemilu.
    Ok!

    BalasHapus
  23. semoga saja pada tahun 2030 itu semua dapat berkembang dengan baik
    dan kita dapat merasakan hasil yang positif saja,,walaupun teknologi 2030 sudah sangat canggih bisa dibilang
    boros energi..apa yang dapat diusahakan untuk mengatasi kendala tersebut?????

    siip dah....

    wpatar.wordpress.com

    BalasHapus
  24. Wew Keren Bgt imajinasi kamyu anak muda...hehehe
    terus di tingkatkan ya...
    WAh trendseter robot dari indonesia di indonesia kan ada robot gedek...hahaha

    STOP GLOBAL WARMING,SAY NO TO DRUGS N JAUHI PENYAKITNYA BUKAN ORANGNNYA...STAY ALIVE..^_^

    BalasHapus
  25. Virtual??
    asik tuw...
    hahaha

    _reply_
    nsudoku.wordpress.com
    _nanda_sudoku_

    BalasHapus
  26. manusia bisa terbang...
    enak ik... wah bisa saingan ma dapid coperpil..
    he....
    **** bintang deh bwt hasan

    BalasHapus
  27. bgoes,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    bawalah bngsa ini mencapai kjayaan sesuai imajinasimoe tmn,,,,^^

    sip, sip….

    ***

    BalasHapus
  28. cah TI kie pancen pinter2...
    seneng aku......

    BalasHapus
  29. kita liat aja ntarrrr

    BalasHapus
  30. nih tak ksh bintang

    (***)
    ntar ak ksh y

    BalasHapus

Powered By Blogger